Ekonomi berdikari adalah konsep ekonomi yang menekankan pada kemandirian bangsa dalam mengelola sumber daya sendiri tanpa terlalu bergantung pada pihak asing. Istilah “berdikari” sendiri berasal dari kata berdiri di atas kaki sendiri, yang berarti mampu memenuhi kebutuhan ekonomi, sosial, dan politik dengan kekuatan sendiri. Gagasan ini menjadi penting terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia yang masih sering menghadapi ketergantungan pada impor, utang luar negeri, dan investasi asing.
Dalam praktiknya, ekonomi berdikari bukan berarti menutup diri dari dunia luar, melainkan mengutamakan kepentingan nasional dan kekuatan domestik sebagai dasar pembangunan. Artinya, bangsa harus mampu mengolah kekayaan alamnya, mengembangkan industri dalam negeri, memperkuat sektor pertanian, serta membangun kemampuan teknologi dan sumber daya manusia agar tidak selalu bergantung pada negara lain.
Misalnya, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah mulai dari hasil pertanian, tambang, hingga laut. Namun sayangnya, banyak di antaranya masih diekspor dalam bentuk bahan mentah, sementara produk jadinya justru diimpor. Dalam semangat ekonomi berdikari, seharusnya negara mendorong pengolahan bahan mentah menjadi produk jadi di dalam negeri, sehingga menciptakan lapangan kerja dan menambah nilai tambah ekonomi.
Selain itu, ekonomi berdikari juga menekankan pentingnya koperasi dan usaha kecil-menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. Dengan memperkuat ekonomi lokal dan mendorong masyarakat menjadi pelaku usaha mandiri, maka ketahanan ekonomi nasional akan semakin kuat. Di sinilah nilai gotong royong dan kemandirian masyarakat menjadi kunci keberhasilan.
Tantangan terbesar dalam mewujudkan ekonomi berdikari adalah ketergantungan pada produk impor dan modal asing. Banyak kebutuhan pokok, seperti bahan pangan dan energi, masih bergantung dari luar negeri. Untuk mengatasinya, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama dalam memperkuat sektor produksi lokal, membatasi impor yang tidak perlu, serta meningkatkan kualitas produk dalam negeri agar mampu bersaing di pasar global.
Pendidikan dan inovasi juga berperan penting. Dengan membangun sistem pendidikan yang mendorong kreativitas, riset, dan teknologi, maka generasi muda akan mampu menciptakan solusi lokal untuk kebutuhan bangsa sesuai semangat berdikari.
Ekonomi berdikari bukan hanya soal menolak pengaruh asing, tetapi tentang percaya pada kemampuan sendiri dan memanfaatkan potensi bangsa untuk kemajuan bersama. Dengan menguatkan ekonomi rakyat, memajukan industri nasional, dan menjaga kedaulatan sumber daya, bangsa Indonesia bisa benar-benar berdiri tegak mandiri, berdaulat, dan berkepribadian dalam bidang ekonomi.
Penulis: WR. Kasyafah, Layouter: Gogunli
Daftar buku baca:
Amiruddin al-Rahab, (2014), Ekonomi Berdikari Sukarno, Komunitas Bambu.
